Manggar
—
Perpustakaan Desa Cendil bersinergi dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) dalam upaya membangun dan memperluas akses literasi inklusif bagi masyarakat desa, khususnya perempuan, anak, dan kelompok rentan. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan literasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga aman, ramah, dan berkeadilan.
Melalui sinergi tersebut, berbagai kegiatan literasi inklusif dilaksanakan, mulai dari pojok baca ramah anak, kelas literasi keluarga, diskusi edukatif tentang hak perempuan dan anak, hingga pendampingan komunitas. Perpustakaan Desa Cendil berperan sebagai ruang belajar berbasis komunitas, sementara Dinsos P3A memberikan penguatan materi, pendampingan sosial, serta perspektif perlindungan dalam setiap program yang dijalankan.
Pengelola Perpustakaan Desa Cendil menyampaikan bahwa perpustakaan desa memiliki peran penting sebagai pusat pembelajaran yang terbuka dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. “Literasi inklusif adalah fondasi untuk membangun desa yang sadar hak, peduli, dan melindungi perempuan serta anak. Sinergi dengan Dinsos P3A memperkuat peran tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Dinsos P3A menilai kerja sama dengan perpustakaan desa sebagai bentuk pendekatan preventif dalam perlindungan perempuan dan anak. Melalui literasi, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang isu kekerasan, pengasuhan positif, kesetaraan gender, serta pentingnya lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
Sinergi ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat desa dalam gerakan literasi inklusif sekaligus menjadi contoh kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. Ke depan, Perpustakaan Desa Cendil dan Dinsos P3A berkomitmen untuk terus mengembangkan program literasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan berorientasi pada perlindungan serta pemberdayaan.